Install Grub Ubuntu Yang Hilang Karena Install Ulang Windows 7

pada artikel saya sebelumnya yang membahas tentang install ulang grub ubuntu pada xp kali ini saya mencoba untuk membahas jika hal tersebut terjadi pada windows 7. langsung saja yak :D

# Masukkan CD Live ubuntu ke laptop/PC dan pastikan bahwa 1st boot laptop/PC adalah cd rom
# Pilih Try Ubuntu without any changes to your computer. Tunggu sampai Ubuntu tampil dengan sempurna
# Setelah berhasil masuk ke Ubuntu, buka terminal (klik Applications > Accessories > Terminal, atau tekan kombinasi tombol Ctrl+Alt+F2)

———-Terminal Session———-
(i)cek partisi dengan perintah:
# sudo fdisk -l :

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 1 2550 20482843+ 7 HPFS/NTFS
/dev/sda2 2551 6559 32202292+ f W95 Ext’d (LBA)
/dev/sda5 2551 5100 20482843+ b W95 FAT32
/dev/sda6 5101 6316 9767488+ 83 Linux
/dev/sda7 6317 6559 1951866 82 Linux swap / Solaris

(ii) Sekarang ketik sudo mount -t ext4 /dev/sda6 /mnt/.

CATATAN: sda6 adalah nama partisi Linux di laptop/PC. Anda bisa menggantinya sesuai dengan nama partisi Linux di komputer Anda. kemudian ketika juga:

# sudo mount -t proc proc /mnt/proc/
# sudo mount -t sysfs sys /mnt/sys/
# sudo mount -o bind /dev/ /mnt/dev/
# sudo chroot /mnt/ /bin/bash
# grub-install /dev/sda.

akan muncul pesan seperti dibawah:

Installation finished. No error reported.
This is the contents of the device map /boot/grub/device.map.
Check if this is correct or not. If any of the lines is incorrect,
fix it and re-run the script `grub-install’.
(hd0) /dev/sda

(iii) ketikkan perintah:
# grub-install /dev/sda6

kemudian akan muncul pesan:

grub-setup: warn: Attempting to install GRUB to a partition instead of the MBR. This is a BAD idea.
grub-setup: warn: Embedding is not possible. GRUB can only be installed in this setup by using blocklists. However, blocklists are UNRELIABLE and its use is discouraged.
Installation finished. No error reported.
This is the contents of the device map /boot/grub/device.map.
Check if this is correct or not. If any of the lines is incorrect,
fix it and re-run the script `grub-install’.
(hd0) /dev/sda

(iv) kemudian ketikkan perintah:
# update-grub

proses akan berjalan:

Generating grub.cfg …
Found linux image: /boot/vmlinuz-2.6.31-14-generic
Found initrd image: /boot/initrd.img-2.6.31-14-generic
Found memtest86+ image: /boot/memtest86+.bin
Found Microsoft Windows 7 on /dev/sda2
done

semoga artikel ini bermanfaat :)

NTP Server Debian 4

NTP server atau yang lebih dikenal dengan Network Time Protocol adalah aplikasi layanan dari server untuk melakukan sinkronisasi waktu dengan client-clientnya. sehingga time yang ada di sebuah jaringan adalah sama dan seragam.

NTP Server yang akan saya paparkan disini adalah NTP server yang bersifat lokal. artinya sinkronisasi NTP dilakukan secara lokal dan tanpa koneksi internet.

oke, langsung aja yah :)

1. instal paket” dari NTP yang diperlukan:
#apt-get install ntpdate ntp-server
2. lakukan editing file ntp.conf
#nano /etc/ntp.conf
3. edit file ntp.conf seperti dibawah ini:

#ntp.conf
# You do need to talk to an NTP server or two (or three).
#server ntp.your-provider.example

# pool.ntp.org maps to more than 300 low-stratum NTP servers.
# Your server will pick a different set every time it starts up.
# *** Please consider joining the pool! ***
# *** ***
#server 0.debian.pool.ntp.org iburst
#server 1.debian.pool.ntp.org iburst
#server 2.debian.pool.ntp.org iburst
#server 3.debian.pool.ntp.org iburst
#server 192.168.7.1 # local clock
#fudge 192.168.7.1
server 127.127.1.0 #local clock
fudge 127.127.1.0 stratum 10

# By default, exchange time with everybody, but don’t allow configuration.
# See /usr/share/doc/ntp-doc/html/accopt.html for details.
#restrict -4 default kod notrap nomodify nopeer noquery
#restrict -6 default kod notrap nomodify nopeer noquery

# Local users may interrogate the ntp server more closely.
restrict 127.0.0.1
#restrict ::1

# Clients from this (example!) subnet have unlimited access,
# but only if cryptographically authenticated
#restrict 192.168.123.0 mask 255.255.255.0 notrust
restrict 192.168.7.0 mask 255.255.255.248 nomodify notrap

# If you want to provide time to your local subnet, change the next line.
# (Again, the address is an example only.)
#broadcast 192.168.123.255

# If you want to listen to time broadcasts on your local subnet,
# de-comment the next lines. Please do this only if you trust everybody
# on the network!
#disable auth
#broadcastclient

keterangan yang bertuliskan bold:
bold pertama:
memasukkan alamat lokal yang akan kita pkai acuan time server
bold kedua:
dipagarkan
bold ketiga:
alamat network yang akan kita pakai pada network kita. apabila hanya menggunakan 1 network, buat seperti diatas. namun apabila menggunakan 2 atau lebih, masukkan alamat network pada baris dibawahnya.

4. simpan dan keluar dengan mengetikkan ctrl+x dan y, lalu tekan enter.
5. cek service dari NTP:
#ntpq- p
jika sudah ada output dari service tersebut (output local), berarti service NTP telah berjalan.
6. sinkronisasikan dengan ntp server lokal
#ntpdate -u 127.0.0.1 (IP localhost)

*terkadang kita memang memerlukan waktu agar clock server local menjadi stabil, jadi mungin saat sinkronisasi pertama, akan keluar output “no server suitable bla.. bla..”. jika memang demikian, tunggu 10-15 menit dan ulangi lagi langkah nomer 6.

smilies@kaskus :)

DNS Server Debian 4

sip”.. tulis” lagi yuuk..

-pastikan PC anda terinstall linux..
-konfigurasi network sudah lngkap..

seperti biasa,, install dulu paket DNS servernya.. jalankan perintah :
#apt-get install bind9

setelah terinstall jalankan perintah :
#nano /etc/bind9/named.conf

lalu tambahkan baris ini :

zone “dheelinux.sch.id” {
type master;
file “/etc/bind/db.dheelinux.sch.id”;
};

zone “5.168.192.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.5.168.192.in-addr.arpa”;
};

setelah itu simpan dan keluar dengan menekan ctrl-x lalu tekan y lalu tekan enter.

selanjutnya ketikkan perintah :
#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.dheelinux.sch.id
#cp /etc/bind/db.255 /etc/bind/db.5.168.192.in-addr.arpa

setelah itu edit kedua file tersebut (db.dheelinux.sch.id dan db.5.168.192.in-addr.arpa.
ktikkan perintah :
#nano /etc/bind/db.dheelinux.sch.id

lakukan editing file tersebut dengan cara :

1. ganti semua tulisan localhost menjadi alamat domain kita (contoh : dheelinux.sch.id.)
2. lalu pada baris paling bawah, tambahkan baris berikut ini :
;
IN MX 10 dheelinux.sch.id
www IN A 192.168.5.1
mail IN A 192.168.5.1

3. setelah itu simpan dan keluar dengan menekan ctrl-x lalu tekan y lalu tekan enter.

kemudian lanjutkan dengan editing file 5db.168.192.in-addr.arpa
#nano /etc/bind/db.5.168.192.in-addr.arpa

lakukan editing pada file tersebut

1. pada baris paling awal, ganti tulisan broadcast zone menjadi reverse for dheelinux.sch.id.
2. ganti semua tulisan localhost, dan IPnya menjadi domain dan IP domain kita.
3. pada baris paling akhir tambahkan baris ini :
@ IN NS 192.168.5.1
1 IN PTR www.dheelinux.sch.id.
1 IN PTR mail.dheelinux.sch/id.

4. setelah itu simpan dan keluar dengan menekan ctrl-x lalu tekan y lalu tekan enter.

lalu edit file resolv.conf dengan perintah :
#nano /etc/resolv.conf

isikan baris berikut :

search dheelinux.sch.id.
nameserver 192.168.5.1

setelah itu simpan dan keluar dengan menekan ctrl-x lalu tekan y lalu tekan enter.

siip.. saatnya merestart service bind kita.. lakukan dengan perintah :
#/etc/init.d/bind9 restart

lalu lakukan ping ke domain kita :
ping www.dheelinux.sch.id
ping dheelinux.sch.id

untuk lebih memastikannya,, coba dengan sebuah client.. lalu ping DNS kita.. sebelumnya kita isikan IP dan DNS pada clietn scara static..

lihat hasilnya..
tererengggg..

selamat,, DNS server anda telah berhasil :D

tunggu artikel saya selajutnya..

MySpace MySpace

Domain Name Service – Fedora

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

Nah,, seperti biasa.. untuk lebih lengkapnya,, silakan unduh modul DNS Server dibawah..

Domain Name Service – FEDORA

Mail Server With Postfix – Fedora

Hmm,, Email merupakan sebuah layanan pengiriman surat elektronik yang di kirim melalui internet. Email dikirim dari suatu alamat email yang terdapat pada sebuah mail server kepada alamat email yang lainnya yang terdapat pada mail server yang sama maupun pada mail server yang berbeda.

Email dapat dianalogikan dengan kotak surat yang ada di kantor POS sedangkan server email dapat diibaratkan sebagai kantor POS. Dengan analogi ini sebuah mail server dapat memiliki banyak account email yang ada didalamnya. Untuk mengirim sebuah email dari alamat email yang satu ke alamat email yang lain digunakan sebauh protocol (aturan) yaitu Simple Mail Transfer Protocol SMTP.

Protocol SMTP telah menjadi aturan dasar yang disepakati untuk pengiriman email. Dengan demikian semua software email server pasti mendukung protokol ini. SMTP merupakan protokol yang digunakan untuk megirim email (komunikasi antar mail server), dan tidak digunakan untuk berkomunikasi dengan client. Sedangkan untuk client, digunakan protokol imap imaps pop3 pop3s Supaya sebuah mail server dapat di akses oleh cliet, dikembangkan sebuah aplikasi dimana client dapat mengakses email dari sebuah email server.

IMAP adalah sebuah aplikasi pada layer Internet protokol yang memungkinkan client untuk mengakses email yang ada di server. Selain IMAP ada juga POP3 yang fungsinya sama.

mekanisme-mail-server

Nah,, itu adalah sekilas intermezzo dari bahasan yang akan kita bahas.. untuk lebih lengkapnya,, silakan download modul dibawah ini..

~>>>>>>>>>>> Fedora – Mail Server With Postfix

LAN [SHARE] antara Ubuntu Windows XP

yeap, bagi pengguna linux khususnya ubuntu yang ingin meng”konek’kan” antara ubuntu dan windows XP, begini nih langkah”nya..

yang diperlukan dalam menghubungkan antara ubuntu dan windows ini adalah samba <~ di Linux. bisa diinstall dengan cara apt-get install samba. samba ini adalah software yang memungkinkan kita sharing data dengan windows.

[SHARE] <~ konfigurasi di linux via samba

Pertama-tama settingnya ada di /etc/samba/smb.conf. Misal yg mau dishare itu folder /tmp (dari linux), berarti di file smb.conf harus ada ini.

[tmp]
comment = Temporary
read only = no
path = /tmp <~ nama folder yang akan di share
guest ok = yes

#ketik perintah vi /etc/samba/smb.conf untuk mengeditnya.

setelah itu dari windows kita pake usernamenya apa nih? misalnya usernamenya jackie. Berarti kita harus create username di samba juga. caranya :

pada user root di terminal ketikkan perintah dibawah ini.

root#ubuntu:~$ smbpasswd -a jackie

setelah itu coba browse lagi dari windowsnya apa sudah terlihat share folder /tmp dar linux tadi? :)

*ups cara diatas permissionnya hanya read only* hehe. jika ingin menyimpan file pada folder yang ter share dari linux tadi, kita chmod folder dan file yang kita sharing tersbut. caranya :

pada terminal ketikkan chmod 777 /tmp/nama file

!! ingat, untu mengeksekusi perintah diatas, kita harus login sebagai root !!
selamat mencoba :)

Install Grub Yang Hilang Karena Install Ulang Windows XP

wohoo.. masalah ini tentu klasik untuk bro and sis semua pengguna dual boot (Windows dan Linux). nah, jika si windows ini ngambek and minta diinstall ulang, terbayang donk pusingnya kita memikirkan si Linux? coz GRUB yang merupakan boot loader dari linux juga akan ikut terhapus dan hilang. dampaknya, saat boot nanti komputer kita hanya me’load windows XP saja. rugi kan?

oke tanpa banyak ulur tali untuk narika layangan terbang, ini langkah”nya :

#grub-install /dev/hda (atau sda)

atau install grub di partisi linux

#grub-install /dev/hdaxy (dimana nilai x dan y merupakan lokasi partisi linux)

setelah instalasi grub jalankan perintah

#dd if=/dev/hdaxy of=linux.bin bs=512

count=1

perintah tersebut akan menghasilkan fila

linux.bin

copy file tersebut ke partisi windows (c:\)

edit file boot.ini milik windows dan tambahkan

baris

c:\linux.bin = “nama linux anda”

reboot pc anda

petunjuk ini akan memberikan pilihan booting

pada tampilan awal booting pc, karena boot.ini

akan menampilkan pilihan booting windows

atau grub.

:)

Cara Post Jam Di WordPress

Diatas adalah sampel dari posting jam di wordpress.. ingin tahu jelasnya? okeh dah..
1.  Buat Account Disini.
2.  Setelah itu, kita sign in. dan akan muncul gambar seperti dibawah ini.
3.  Buka satu tab atau window pada browser anda, lalu menuju kesini untuk mendapatkan kode jam yang akan kita post.
4.  Pilih template jam yang kita sukai. kemudian pilih “View HTML Tag” untuk melihat code dari jam tersebut.
5.  Ingat!! sesuaikan jam (GMT) dengan daerah tempat tinggal kita) pada HTML Tag tersebut.
6.  Setelah itu, copy HTML code yang berada di kolom kedua, paste’kan ke tempat paste embed code di browser tempat kita membuat account pada vodpod.com tadi.
7.  setelah itu klik preview.
8.  setelah terlihat preview jam kita, pilih tab post to site. (jika ingin mempostnya di wordpress, pilih wordpress)
9.  isikan URL dari wordpress kita, username, dan passwordnya, lalu klik publish.
10.  selesai.. :)
(jnet99.wordpress.com)

Kisi-kisi Uji Kompetensi SMK 2008/2009 (TKJ,RPL,Multimedia)

Untuk kakak” kelas yang bersekolah di SMK, dengan jurusan bidang keahlian Teknik Informatika, saya coba buat link dari Kisi-Kisi Uji Kompetensi SMK Th 2008/2009 TKJ. Bagi yang ingin mendownloadnya, silakan klik link dibawah ini :

- Kisi-kisi TKJ

- Kisi-kisi RPL

- Kisi-kisi Multimedia

DNS Server Fedora 6

Dibawah ini adalah contoh konfigurasi DNS Server pada Fedora Core 6 (zod)
Dengan : panca.net.id
address Misal 202.180.1.9

# nano /etc/resolv.conf
search panca.net.id
nameserver 202.180.1.9

# nano /etc/named.conf
options {
directory “/var/named/”;
allow-query {
127.0.0.1;
202.180.1.9/24;
};
allow-transfer {
202.180.1.9;
};
};

controls {
inet 127.0.0.1 allow { localhost; } keys { rndckey; };
};

zone “.” IN {
type hint;
file “named.ca”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “localhost.zone”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “named.local”;
allow-update { none; };
};

include “/etc/rndc.key”;

zone “panca.net.id” IN {
type master;
file “/var/named/panca.net.id.zone”;
allow-update { 202.180.1.9; };
};

zone “100.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “/var/named/panca.net.id.local”;
allow-update { 202.180.1.9; };
};

# nano /etc/named.rfc1912.zones

zone “.” IN {
type hint;
file “named.ca”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “localhost.zone”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “named.local”;
allow-update { none; };
};

# nano /etc/named.caching-nameserver.conf

options {
listen-on port 53 { 127.0.0.1; };
listen-on-v6 port 53 { ::1; };
directory “/var/named”;
dump-file “/var/named/data/cache_dump.db”;
statistics-file “/var/named/data/named_stats.txt”;
memstatistics-file “/var/named/data/named_mem_stats.txt”;
query-source port 53;
query-source-v6 port 53;
allow-query { localhost; };
};
logging {
channel default_debug {
file “data/named.run”;
severity dynamic;
};
};
view localhost_resolver {
match-clients { localhost; };
match-destinations { localhost; };
recursion yes; };
include “/etc/named.rfc1912.zones”;
include “/etc/named.ecs.com.zones”;
};

# nano /etc/named.ecs.com.zones

zone “ecs.com” IN {
type master;
file “/var/named/ecs.com.zone”;
allow-update { 192.168.100.1; };
};

zone “100.168.192.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “/var/named/ecs.com.local”;
allow-update { 202.180.1.9; };
};

# cp /etc/named.conf /var/named/chroot/etc/

# cp /etc/named.ecs.com.zones /var/named/chroot/etc/

# cp /var/named/named.local /var/named/panca.bet.id.local

# cp /var/named/localhost.zone /var/named/panca.net.id.zone

# nano /var/named/panca.net.id.zone
$TTL 86400
@ IN SOA ecs.com. root.panca.net.id. (
42 ; serial (d. adams)
3H ; refresh
15M ; retry
1W ; expiry
1D ) ; minimum

IN NS ecs.com.
IN A 202.180.1.9
www IN CNAME panca.net.id.

# nano /var/named/panca.net.id.local
$TTL 86400
@ IN SOA panca.net.id. panca.net.id. (
1997022700 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
IN NS panca.net.id.
1 IN PTR panca.net.id.

# cp /var/named/panca.net.id.zone /var/named/chroot/var/named/

# cp /var/named/panca.net.id.local /var/named/chroot/var/named/

# cp /etc/named.conf /var/named/chroot/etc/

# cp /etc/named.panca.net.id.zones /var/named/chroot/etc/

# chown named:named /var/named

# chown named:named /var/named/chroot/

# chmod 775 /var/named/

# chmod 775 /var/named/panca.net.id.zone

# chmod 775 /var/named/panca.net.id.local

# service named start

# dig panca.net.id

# nslookup panca.net.id

# nslookup www.panca.net.id

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.